Posts

Showing posts with the label Muhasabah (karena Allah SWT cinta)

Amal hidup dan Hari demi Hari

"AMAL DALAM SEMINGGU" Hari ini hari Senin... Mari kita selalu bercermin... Amal jangan sampai miskin... Apalagi cuma dipikirin... Walau kemarin Minggu... Beramallah jangan ragu... Waktu tak bisa ditunggu... Semakin ditunggu semakin gagu... Kalau besok selasa... Umur kita tiada terasa.. Sudah berada diambang sisa... Beramalah jangan berputus asa... Menanti rabu... Semoga tak ada yang kelabu... Apalagi amal menjadi debu...      Hilang satu tumbuh seribu... Sabar menanti kamis... Hari-hari harus optimis...        Beramal jangan pesimis... Apalagi sampai mis... Barokah datang di hari Jum'at... Menginggat begitu banyaknya ni'mat... Tapi amal masih sepengat...   Takut akan siksa akhirat...       Tak terasa sudah di hari Sabtu... Harapanku hanya satu... Allah yang tiada sekutu...    Tak pernah bosan membantu...

Mengapa Aku Diuji?

by Ayesha Utami Rizki 3 Jul 2009 Filed under: Religion, Renungan Author: Aan Kenapa Aku Diuji? “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Surah Al-Ankabut ayat 2-3) Kenapa Aku Tidak Mendapatkan Apa Yang Aku Idam-Idamkan? “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Surah Al-Baqarah ayat 216) Kenapa Ujian Seberat Ini? “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (Surah Al-Baqarah ayat 286) Rasa Frustasi? “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),...

Nasib Jenazah Mu'min Vs Nasib Jenazah Kafir

Ajaran Islam merupakan ajaran yang lengkap dan sempurna. Tidak semata urusan dunia yang menjadi perhatian ajaran Islam, melainkan kehidupan setelah kematian-pun mendapat perhatian dan penjelasan lengkap. Betapa tidak, ajaran Islam datang dan bersumber dari Allah subhaanahu wa ta’aala Yang Maha Tahu perkara nyata maupun ghaib. Ù‡ُÙˆَ اللَّÙ‡ُ الَّذِÙŠ Ù„َا Ø¥ِÙ„َÙ‡َ Ø¥ِÙ„َّا Ù‡ُÙˆَ عَالِÙ…ُ الْغَÙŠْبِ ÙˆَالشَّÙ‡َادَØ©ِ Ù‡ُÙˆَ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ُ الرَّØ­ِيمُ ”Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hasyr ayat 22) Di dalam memandang kehidupan, seorang Muslim takkan pernah menjadikan dunia semata sebagai pertimbangan satu-satunya dalam mengambil keputusan dan melangkah. Ia selalu menjadikan faktor akhirat dan kehidupan setelah dunia fana ini sebagai pertimbangan yang bahkan lebih utama. Hal ini pula yang menjadikan jiwanya senantiasa merasa tenteram dan dadanya lapang. Seoran...

"Wanita Yang Memesan Tempat di Neraka"

Image
Oleh :  "KATA-KATA HIKMAH" Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi. Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara a...

Taubat dengan Tiga Do'a

             Dalam sebuah hikayat dikisahkan, bahwa ada seorang yang terkenal kefasikan dan kejahatannya, suka minum arak dan membuat kemaksiatan yang lainnya, pemuda tersebut bernama Utbah Al-Ghulam. Pada suatu hari ia mengikuti majlis pengajian Hasan Al-Basyri. Di Situ ia mendengar salah seorang qari membaca ayat Al-Qur'an: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al-Hadid : 16) Kemudian Syeikh menafsirkan ayat tersebut, dan membahasnya dengan penyampaian yang baik sehingga sangat berkesan di hati pendengarnya. Orang-orang yang hadir di situ mencucurkan air matanya karena merasa terharu.          ...